Kamis, 17 Januari 2008


Puluhan tahun Jalan Budiasih tak Pernah Diperbaiki

Pembagian Bantuan Aspal tak Pernah Merata

Sindangkasih, KORAN IMSA.

Pembagian jatah bantuan aspal untuk desa-desa se-Kabupaten Ciamis, dirasakan sebagian warga sangat tidak adil. Seperti yang terjadi di Desa Budiasih, Kec. Sindangkasih. Jalan desa yang panjangnya kurang lebih 4 km kondisinya sangat menghawatirkan dan rusak parah. Sudah hampir puluhan tahun jalan tersebut belum diperbaiki.

Menurut keterang

an dari salah seorang pagawai Desa Budiasih kepada Koran IMSA mengatakan, bantuan aspal dari Pemkab Ciam

is untuk tahun 2007-2008 hanya menerima 5 buah drum aspal. Bantuan aspal dari Pemkab Ciamis sebanyak itu dirasakan sangat minim dan kurang untuk memperbaiki sarana insfrastruktur jalan d

esa yang rusak parah puluhan kilometer itu.

“Aspal sejumlah itu hanya dapat digunakan untuk memperbaiki sarana jalan beberapa meter saja. Pasalnya, tingkat swadaya masyarakat sangat minim,” ujar salah seorang pegawai Desa Budiasih.

Tokoh masyarakat Desa

B

udiasih, Abah Ojon mengatakan, belum maksimalnya dana swadaya masyarakat untuk menutupi kekurangan kebutuhan pembangunan jalan yang sudah rusak parah karena situasi dan kondisi ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan kerusakan jalan yang panjang, sementara kondisi ekonomi masyarakat dalam keadaan sulit, menyebabkan swadaya belum maksimal,” ujar Abah.

Abah menambahkan, masyarakat merasa terpinggirkan oleh pemerintah. Sebab Desa Budiasih sudah sekian lama tidak mendapat bantuan aspal dari pemkab Ciamis. Adapun bantuan yang pernah ada pada saat program PPK kecamatan digulirkan beberapa tahun lalu.

“Program PPK Kecamatan hanya mampu memberi bantuan material batu buat jalan, sementara bantuan aspal tidak ada sama sekali,” ungkap Ojon.

Kepala Desa Budiasih Cucu Suhendar saat dikonfirmasi mengeluhkan hal yang sama. Pihaknya sudah berusaha mengajukan proposal ke dinas terkait, namun hingga kini sinyalemen bantuan dari pihak pemkab Ciamis belum bisa terlihat.

“ Perbaikan jalan desa Budiasih merupakan target yang harus segera diperbaiki, karena jalur tersebut merupakan jalur ekonomi penghubung beberapa desa tetangga dan kondisinya saat ini sangat menghawatirkan, sering terjadi kecelakan dan kendaraan masuk kejurang saat musim hujan tiba,” tegas Cucu Suhendar kades Budiasih.

Ditambahkannya bantuan pemkab Ciamis dirasakan sangat diskriminatif, karena menurut dia, dari program P3 MD (program percepatan pembangunan masyarakat desa, red) senilai 250 juta desanya tak menerimanya. Padahal lanjut Cucu, dengan adanya bantuan seperti itu sangat diharapkan agar membenahi dan menata pembanguan desa. (wan/die/Koran IMSA)**

1 komentar:

Kang Uyun mengatakan...

Jalan Aspal di Rancah oge sami bae. Kamari basa mulang lebaran,
"ieu teh di walungan saat atawa di jalan?"
hesa ngebedakeunnana.
Masya Allah