Minggu, 30 Desember 2007

Upaya Pencegahan Abrasi Mubadir

Penanam Pohon Tepi Pantai Disoal Warga

PANGANDARAN, KORAN IMSA.

Upaya pencegahan terjadinya abrasi pantai dengan program penanaman pohon di sepanjang pesisir Pantai Pangandaran banyak dikritik warga. Pasalnya, program tersebut sangat mubadir karena pohon yang ditanam berada di daerah penyimpanan perahu nelayan. Sehingga pada waktu tanaman tersebut di tanam banyak yang terijak oleh orang penduduk dan pendatang.

Program pemerintah terkesan asal-asalan tidak melihat situasi dan kondisi yang ada. Pangandaran sekarang sedang menghadapi berbbagai macam pembangunan dan proyek sehingga ratusan bahkan ribuan pohion yang tanam banyak yang rusak, terinjak-injak dan akhirnya mati,” ungkap Andi Sose salah seorang warga Pangandaran.

Dikatakan Andi, program penanamann pohon sepanjang pantai, terlihat hanya sekedar untuk mengucurkan anggaran besar dari pemerintah saja. Pihak pelaksana tidak melihat dan memperhitungkan situasi dan kondisi yang ada. Setidaknya, kalau memang itu tujuan untuk menjaga agar tidak terjadi abrasi berbagai kemungkinan buruk harus tetap terjaga. Sehingga kata dia, pemerintah mengeluarkan anggaran yang cukup besar benar-beanar kena sasaran dan tidak mubadir.

Bayangkan saja sekarang kita menanam, kemudian beberapa hari kemudian berbagai alat berat dan kendaraan masuk dan melewati daerah tersebut. Secara otomatis banyak pohon-pohon yang sudah ditanam tergilas oleh kendaran proyek yang masuk dan keluar,” ujarnya.

Sumber lain yang berhasil ditemyui Koran IMSA, Ikin, Iyeng dan Ade Entik, juga mengatakan hal yang sama. Merurut dia, di sepanjang pantai Timur penanaman pohon banyak terganggu

di tengah berlangsungnya sebuah proyek abrasi, di daerah Katapang Doyong pohon-pohan yang ditanam di areal perahu nelayan.

Penanaman pohon tersebut kurang lebih 340 ribu pohon dari berbagai jenis tanaman, kalau kita hitung berapa ratus bahakan berapa ribu yang mati karena terinjak-injak orang, kendaran dan juga alat berat. Ini jelas pekerjaan yang sangat mubadir yang dilakukan oleh program pemerintah dari mulai daerah Karapyak sampai Muara Gatra, Cimerak.” tandas mereka.(wn/die/Koran IMSA)**


Tidak ada komentar: